Ini Rincian Duit Suap dari Anggoro Widjojo ke MS Kaban

Sidang Suap SKRT

Ini Rincian Duit Suap dari Anggoro Widjojo ke MS Kaban

- detikNews
Rabu, 23 Apr 2014 15:08 WIB
Jakarta - Bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjodjo didakwa menyuap Menteri Kehutanan saat itu MS Kaban dan anggota DPR periode 2004-2009. Suap diberikan terkait anggaran 69 program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan tahun 2007.

Dalam dakwaan dipaparkan, Anggoro Widjojo beberapa kali memberikan duit ke MS Kaban. Pertama tanggal 7 Agustus 2007, Anggoro membeli valuta asing sejumlah USD 15 ribu atas permintaan MS Kaban.

Permintaan ini disampaikan MS Kaban pada 6 Agusutus 2007 dengan mengirimkan SMS berisi "skrg merapat saja ke rmh dinas, kalau sempat bgks rapi 15rb".

Pemberian kedua terjadi pada 16 Agustus 2007 karena permintaan MS Kaban melalui telepon yang mengatakan "Ini agak emergency, bisa kirim 10.000? Seperti kemarin bungkus kecil aja, kirim ke rumah sekitar jam 8 gitu". Anggoro kemudian membeli valuta asing senilai USD 10 ribu yang kemudian diserahkan ke rumah dinas MS Kaban di Jalan Denpasar Raya, Jakarta oleh David Angkawidjaya, Direktur Keuangan PT Masaro Radiokom.

Pemberian ketiga dilakukan pada 13 Februari 2008. Saat itu Anggoro menghubungi sopir MS Kaban, Muhamad Yusuf dan mengatakan "Pak tadi malam Bapak pesan ee.. Suruh ngirim barang sama Pak Yusuf, kalau saya gak, Pak.. Pak Is yah pak". Anggoro lantas memerintahkan sopirnya Isdriatmoko mengantarkan uang USD 20 ribu ke rumah dinas MS Kaban .

Setelah uang diserahkan ke Muhammad Yusuf, Anggoro memberitahu MS Kaban melalui telepon dengan mengatakan

"Yang pesenan bapak kemarin sudah saya titipkan pak Yusuf pak". Dan dijawab MS Kaban "Oke oke oke".

Keempat, pada tanggal 25 Februari 2008 Anggoro menerima SMS dari MS Kaban yang meminta agar menyediakan taveller cek 50. Anggoro kemudian membelikan TC senilai Rp 50 juta lalu memerintahkan Isdriatmoko mengantarkan TC kepada MS Kaban di Manggala Wahana Bhakti Dephut.

Penyerahan uang ke 5 terjadi pada 28 Maret 2008. Anggoro kembali menerima SMS dari MS Kaban yang meminta disediakan sejumlah uang dengan mengatakan "Apakah jam 19 dpt didrop 40 ribu sin". Anggoro kemudian membeli valuta asing senilai SGD 40 ribu lalu diberikan kepada MS Kaban di rumah dinasnya, Jalan Denpasar Raya, Jakarta.

(fdn/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads