Dua pelaku bernama Agun Iskandar dan Virgiawan Amin yang saat ini sudah ditahan, melakukan kejahatan terhadap korban di dalam toilet. Saat itu, kedua tersangka ini tengah melakukan pekerjaannya, membersihkan toilet.
Lalu bagaimana penampakan toilet tersebut? Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto merilis sketsa toilet yang menjadi TKP kekerasan seksual itu kepada wartawan. Sketsa ini dibuat oleh penyidik setelah melakukan olah TKP di lokasi beberapa waktu lalu.
"Lokasinya di toilet Anggrek bawah yang berjarak 25 meter dari kelas korban," kata Rikwanto kepada wartawan sambil menunjukkan secarik kertas sketsa TKP, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/4/2014).
TKP berada di dekat arena playground yang berseberangan dengan Gedung Flamboyan JIS. Dari kelasnya, korban melewati lorong menuju ke toilet yang berjarak 25 meter.
Toilet tersebut berukuran sekitar 5x4 meter. Untuk masuk ke dalam toilet tersebut, terdapat sebuah pintu yang tidak dapat dilihat dari luar. Kemudian, memasuki pintu, terdapat ruang kosong yang disekat dinding.
Melewati dinding penyekat itu, persis di belakang dinding penyekat terdapat wastafel. Tepat di seberang wastafel terdapat 2 urinoir tanpa pembatas.
Adapun, 2 unit urinoir itu menempel pada dinding closet, tempat untuk buang air besar yang berukuran sekitar 1x1,5 meter. Lalu di pojok atau di depan samping kiri closet terdapat ruang janitor.
Adapun, korban dicabuli oleh kedua tersangka di depan wastafel. Kedua pelaku melakukan perbuatan tersebut secara bergantian.
"Yang melakukan pertama kali yaitu tersangka AG (Agun-red), tersangka VA (Virgiawan) memegangi. Setelah tersangka AG, lalu tersangka VA melakukan pencabulan dan gantian temannya yang memegangi korban," pungkasnya.
(mei/fjp)










































