"Sebetulnya 19 TPS itu sudah kita perintahkan untuk dilaksanakan pemungutan suara ulang (19 April), tetapi KPPS-nya mengundurkan diri. Kita sudah membuka pendaftaran untuk rekrutmen KPPS lagi, tapi belum ada yang bersedia untuk menggantikan KPPS lama," kata komisioner KPU Arief Budiman.
Hal itu disampaikan kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Selasa (22/4/2014). Arief sebelumnya beberapa hari lalu berada di Sampang untuk meninjau langsung kondisi di lokasi.
Menurut Arief, ada sekitar 5.600 pemilih di 19 TPS yang bermasalah tersebut. KPU sudah menyiapkan logistik, namun ketika akan didistribusikan ke KPPS, KPPS-nya tidak ada sehingga logistik dikembalikan ke KPU Kabupaten.
"Kondisi di lapangan memang seperti itu, ada yang merasa takut (jadi KPPS), tidak mau. Tapi sebagian besar ya tidak mau. Mereka merasa, ini kultur masyarakat Sampang, kalau pemungutan ulang itu berarti terhina di sana. Mereka merasa 'kenapa harus PSU' kan sudah pemungutan," paparnya.
KPU kata Arief, sebetulnya sudah memberikan batas pemungutan suara ulang di Sampang sampai 23 April besok, namun ketiadaan KPPS membuat hal itu sepertinya tidak memungkinkan.
Arief menuturkan, KPU juga sudah menyiapkan skenario lain agar PPS dan PPK mengambil alih KPPS di 19 TPS tersebut, tapi tetap kurang secara personel karena tiap TPS perlu 7 orang KPPS.
"Yang pasti hasil pemilu nasional ini harus dicatat secara nasional. Jadi kalau ada yang tidak selesai ya harus kita selesaikan dulu," ucap Arief soal opsi lain jika tak juga ada KPPS yang mendaftar.
(bal/rmd)











































