Kepergok Rosa Main Belakang, Bos PT AK: Maaf Kita Lewat Jalur Choel

Sidang Hambalang

Kepergok Rosa Main Belakang, Bos PT AK: Maaf Kita Lewat Jalur Choel

- detikNews
Selasa, 22 Apr 2014 16:37 WIB
Jakarta - Konsorsium Permai Grup rencananya menggandeng PT Adhi Karya (AK) untuk mengerjakan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang. Namun PT AK menelikung perusahaan milik Muhammad Nazaruddin karena memiliki jalur khusus untuk mendapatkan proyek.

Hal ini diungkapkan mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang. Dia menceritakan awal mula keinginan PT Duta Graha Indah, konsorsium Permai Grup ikut menggarap proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

Nazaruddin memerintahkan dirinya menemui pimpinan PT AK untuk merealisasikan rencana tersebut. Rosa akhirnya bertemu M Arief Taufiqurahman yang saat itu menjabat Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi 1 PT AK.

"Pak Arief katakan setuju, lalu saya lapor Pak Nazar, komitmen seperti biasa 18 persen," sebut Rosa bersaksi untuk mantan Kepala Divisi Konstruksi 1 PT AK di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (22/4/2014).

Untuk menindaklanjuti kesepakatan, Rosa kembali ingin bertemu pimpinan PT AK. Namun Arief menurut Rosa selalu menghindar.

"Ternyata dia dibelakang saya jalan terus, saya juga tahunya ketika saya mulai komunikasi dengan Pak Arief dan Ida Bagus (PT AK) menanyakan perkembangan Hambalang. Mereka selalu beralasan di luar kota, sibuk segala macam," lanjut dia.

Rosa sempat meminta agar pimpinan PT AK bertemu dirinya di ruang Sesmenpora saat itu Wafid Muharam. "Mereka bilang di luar kota sehingga saya jalan sendiri. Nah ketika saya ke lantai 3, ternyata mereka ada di ruangan itu," bebernya.

Disitu Rosa marah meminta penjelasan ke Arief. "Saya tanya lho bapak bilang keluar kota kok ada disini? Saya minta kejelasan, bapak sebenarnya gimana kalau memang bapak mau maju sendiri jangan dipingpong,"cerita Rosa.

Arief saat itu meminta maaf dan menyatakan PT AK memiliki jalur khusus untuk mendapatkan proyek Hambalang. "Disitulah pak Arief sendiri bicara kita punya jalur sendiri, kita sudah pakai jalur nomer 1 dari Kemenpora lewat Pak Choel," sebutnya.

Informasi ini langsung disampaikan ke Nazaruddin. Nazar saat itu menyebut PT AK menggunakan jalur Andi Mallarangeng. Nazar meminta Rosa menagihkan duit Rp 10 miliar yang sudah dikeluarkan Grup Permai untuk mendapatkan proyek.

"Pak Nazar minta uang urus Hambalang dikembalikan," ujarnya.

(fdn/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini