Cegat Kalla, Wartawan Saling Dorong Dengan Paspamres

Cegat Kalla, Wartawan Saling Dorong Dengan Paspamres

- detikNews
Rabu, 15 Des 2004 12:06 WIB
Jakarta - Keinginan wartawan untuk mendapatkan konfirmasi pencalonan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Umum Partai Golkar tak mudah. Usaha yang dilakukan sejak Selasa kemarin (14/12/2004), baru berhasil diwawancarai Rabu (15/12/2004). Itupun diwarnai dengan insiden penghalang-halangan oleh paspampres. Terjadi aksi dorong-mendorong, bahkan sampai terjadi petugas ada yang menonjok salah seorang kameramen.Insiden terjadi usai acara penandatangana MOU antara Indonesia dengan 4 agency dalam memberantas korupsi. Yaitu KPK Indonesia, CPIB Singapura, BMR Brunai Darussalam dan BPR Malaysia di Golden Ballroom, Hotel Hilton Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2004).Kalla yang datang pada pukul 10.15 WIB mendapat pengaman ketat. Sekitar 10 paspamres tampak mengelilingi Wakil Presiden. Wartawan sudah mencoba mewawancarai saat Wakil Presiden masuk, tapi yang bersangkutan tak bersedia.Sekitar pukul 10.50 WIB, Wapres keluar dari Ballroom langsung di cegat sekitar 20 wartawan media cetak dan elekttonik. Para wartawan ingin mendapatkan informasi seputar pencalonannya sebagai Ketua Umum Golkar. Maklum, sejak Selasa (14/12/2004), usaha untuk mendapatkan konfirmasi dari yang Kalla tak kunjung berhasil. Pada saat dicegat, paspampres sudah menunjukkan pengamanan dengan menghalangi para wartawan. Wartawan merengsek maju, karena Jusuf Kalla tampak tak keberatan untuk diwawancarai.Saat itulah terjadi insiden yang tak menyenangkan. Wartawan yang merengsek maju, dicegah paspamres sehingga terjadi aksi saling dorong. Belasan wartawan segera menyorongkan tape dan mike setelah melihat Kalla bersedia diwawawancai.Namun paspampres bertindak overacting. Wartawan didorong dengan kasar oleh para paspampres. Salah satu mikrofon milik salah satu televisi terlempar dan terinjak-injak. Bahkan ada kameramen televisi sempat didorong dan kena tonjok. Kameramen ANTV sempat ditonjok perutnya, kameramen Indosiar didorong.Ken Sugandhi dari RCTI yang berada di depan mengaku heran dengan sikap para paspampres yang overacting dalam mengamankan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Wakil Presiden sendiri tak keberatan diwawancarai. Tetapi kenapa para paspamres yang berlebihan," ungkapnya kesal. (jon/)


Berita Terkait