Ketua Umum PAN Hatta Radjasa turut berkomentar atas maraknya laskar cyber bayaran tersebut. Menurutnya, siapa pun boleh mengeluarkan opini di dunia maya.
"Hanya memang jangan sampai ada yang hoax. Itu tidak baik," kata Hatta usai menghadiri acara Penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2014 di Djakarta Theatre, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2014).
Di sisi lain, menurut Hatta, kebebasan menyuarakan pendapat merupakan hak setiap orang. Apalagi berkat kemajuan zaman, semua orang dapat mengakses dunia maya dan mengungkapkan suaranya melalui media tersebut.
"Ya saya kira media sosial dalam revolusi itu tidak bisa tercegah, dan itu sangat membantu dalam penyebaran informasi," tutupnya.
Puisi yang digubah Fadli tanggal 20 April 2014 ini diterima lewat pesan singkat dari Fadli Zon. Terminologi 'pasukan nasi bungkus' memang sedang populer dan akhir-akhir ini kerap digunakan di dunia maya. Istilah ini merujuk pada pendukung-pendukung tokoh atau partai politik tertentu.
Pasukan nasi bungkus diidentikkan dengan pendukung bayaran. Istilah berbau sarkasme ini sering digunakan sebagai olok-olok yang ditujukan dari pendukung tokoh tertentu kepada pendukung tokoh lain yang berseberangan.
Entah 'pasukan nasi bungkus' siapa yang dimaksud Fadli. Namun yang jelas, istilah ini acap kali digunakan pendukung capres PDIP Joko Widodo (dulu calon gubernur pada Pilgub DKI) atau juga capres Gerindra Prabowo Subianto akhir-akhir ini, dan dalam frekuensi yang lebih sedikit digunakan juga oleh pendukung tokoh/partai lainnya.
(kff/vid)










































