"Ada tuduhan, yaitu Ketum melanggar surat instruksi DPP nomor 11 tahun 2009 yang adalah surat instruksi untuk caleg. Intinya caleg tidak boleh menghadiri kampanye partai lain. Caleg PPP tak boleh tandem dengan lintas partai. Tapi kan saya bukan caleg, Pak Prabowo juga bukan caleg. Kami sama-sama capres dari partai masing-masing," kata SDA di Kantor DPP PPP, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
SDA pun menganggap bahwa tudingan terhadap dirinya yang melanggar instruksi tersebut tak beralasan. Oleh karena itu perpecahan di kubu PPP pun tak perlu dilanjutkan.
"Kalo datangnya saya ke kampanye Pak Prabowo adalah menjadi pangkal kekisruhan ini ayo sama sama kita lihat secara rasional," imbuh dia.
Selain menghadiri kampanye Gerindra, SDA pun mendeklarasikan dukungan terhadap pencapresan Prabowo pada Jumat (18/4) lalu. Secara gamblang dia menyatakan bahwa deklarasi tersebut merupakan koalisi antara PPP dan Gerindra.
"Sekarang kita masih berdua. Koalisi Gabah, Garuda-Kabah," kata Suryadharma di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakpus, Jumat (18/4).
(bpn/ahy)











































