"Itu (dua pelaku) diamankan terkait ancaman kekerasan dan pemerasan ke salah satu pengelola warung. Kita belum lihat ada hubungan keduanya dengan peristiwa kebakaran," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Didik Sugiarto kepada detikcom, Minggu (20/4/2014).
Meski demikian, lanjut Didik, pihaknya akan mendalami peristiwa kebakaran dengan kedua pelaku ini. "Tapi kita tetap kembangkan penyelidikan ke arah situ," imbuh Didik.
Didik menjelaskan, kedua preman ini kerap meminta jatah preman ke warung-warung di sekitar lokasi kebakaran. Mereka berdalih uang yang diminta sebagai uang keamanan.
"Saat itu, salah satu pemilik warung menolak memberi uang keamanan sehingga terjadi keributan yang mengakibatkan pengancaman, sementara diamankan 2 orang," jelasnya.
Didik mengungkapkan, pemilik yang menolak memberikan uang keamanan ini bukan pemilik yang kafenya terbakar. "Bukan yang itu, tetapi yang lainnya," lanjutnya.
Sementara itu, polisi sendiri belum bisa memintai keterangan pemilik warung yang terbakar terkait kebakaran yang menewaskan 3 pekerjanya itu. "Pemiliknya sedang tidak ada di tempat. Kita akan gali peristiwa sebelumnya, apa ada faktor-faktor lain dalam peristiwa ini," pungkasnya.
(mei/vid)










































