"Ada tiga nama kandidat cawapres yang ditawarkan untuk capres lain, yakni Jusuf Kalla, Akbar Tandjung dan Luhut Panjaitan," kata Politisi Senior Golkar Zainal Bintang dalam diskusi 'Membaca Dinamika Internal Partai Politik Jelang Pilpres 2014' di Resto Horapa, jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Zainal menjelaskan, ketiga nama tersebut keluar dalam rapat Dewan Pertimbangan DPP yang dilakukan beberapa hari lalu. Tiga nama tersebut bergulir sebagai bentuk elektabilitas Capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang kalah jauh dengan Capres PDIP Joko Widodo.
"Ketiga cawapres tersebut pilihannya bisa mendampingi Golkar mengirimkan kadernya menjadi pendamping baik untuk Jokowi atau bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto," imbuh Zainal .
Adapun Zainal mengingatkan, apabila pencapresan ARB di paksakan dan kalah akan sangat merugikan dampaknya buat Golkar. "Kalau memaksakan (Pencapresan Ical) Partai Golkar bisa kehilangan kursi RI 2 dan kursi pemerintahan, kita partai Golkar tidak terbiasa di luar Pemerintahan," terang petinggi MKGR ini.
Meski begitu, ketiga nama tersebut masih belum pasti dikarenakan belum ada keputusan dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang rencananya akan diadakan awal Mei. Selain itu, Rapimnas nantinya akan membahas evaluasi perolehan hasil pileg yang tidak sesuai target dan mengevaluasi pencapresan ARB.
"Rapimnas awal Mei nanti rencananya akan dipercepat sekitar 26 April atau 28 April. Dalam Rapimnas itu akan ada evaluasi perolehan Pileg, tapi perolehan suara kemarin berimplikasi terhadap kinerja Ketua Umum, maka nanti dia pun akan dievaluasi," jelas Zainal.
Sementara itu Direktur Eksekutif Political Communications (PolcoMM) Institute Heri Budianto menambahkan ada 4 nama yang pantas menjadi cawapres dari Golkar. Nama-nama itu bisa didorong karena rendahnya elektabilitas Ical saat ini.
"Ada manuver JK, Akbar Tandjung, Luhut Panjaitan dan Priyo Budi Santoso. Ada 4 mengemuka saat ini, dasaranya bukan presiden tapi cawapres. Golkar bisa diselamatkan tokoh sentral yang punya pengaruh kuat, dan berpengalaman di partai. Kita nggak tahu siapa yang menguat, nanti kita lihat Rapimnas kabarnya akan dimajukan," jelas Heri.
(tfn/van)











































