Pengamat politik dan Direktur Indostrategi Andar Nubowo menyebut konflik PPP mempengaruhi rencana koalisi dengan Prabowo. Persoalan saling pecat memecat di internal partai juga dinilai menimbulkan dampak pengaruh politik yang merugikan Prabowo sendiri.
"Di Rapimnas, SDA dipecat, sebelumnya Sekjen Romi yang dipecat. Ini main pecat-pecatan. Seperti ini jadi bagaimana ke depannya? Termasuk dukungan SDA ke Prabowo. Negatifnya ngaruh sama popularitas Prabowo," kata Andar dalam diskusi Capres-Cawapres Jawa/Luar Jawa, Paduan Popularitas Plus Kompetensi dan Integritas di Plaza 3 Pondok Indah, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2014).
Andar mengatakan, yang memenangkan konflik internal PPP adalah kubu yang menguasai infrastruktur partai. Dengan manuver kubu Romi yang sedang membangun kekuatan saat ini, Andar melihat kalau kubu SDA sudah ketar-ketir. Menurutnya, adanya kubu Romi saat ini masih mencari arah untuk mendukung tokoh di Pilpres mendatang.
Kemungkinan diprediksi, kubu Romi tidak akan pindah ke Prabowo ataupun Jokowi. "Ke Prabowo ada SDA, enggak mungkin Romi masuk. Kalau ke Jokowi, kubu Romi tidak cocok. Makanya kubu Romi ada wacana untuk SBY jadi cawapres," katanya.
Adapun bakal calon presiden PDIP Jokowi dinilai masih kebingungan usai hasil Pemilu Legislatif. Meski menang, tapi tiket Jokowi belum aman karena perolehan partai berlambang moncong putih itu tidak mencapai 20 persen atau di bawah ambang prisidential threshold.
Sebelum Pileg, Jokowi dan PDIP dinilai terlalu jumawa. Tapi, begitu Pileg selesai PDIP bingung untuk menetapkan cawapres Jokowi. "Jokowi sempat kepedean sebelum Pileg. Istilahnya dulu banyak cawapres yang ngantri. Tapi, sekarang bingung, malah enggak pede," ujarnya.
(hat/vid)











































