Deklarasi Dukungan PPP ke Prabowo yang Mendadak dan Penuh Drama

Deklarasi Dukungan PPP ke Prabowo yang Mendadak dan Penuh Drama

- detikNews
Sabtu, 19 Apr 2014 13:10 WIB
Deklarasi Dukungan PPP ke Prabowo yang Mendadak dan Penuh Drama
Jakarta - Deklarasi dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada Prabowo Subianto digelar mendadak. Belakangan, aksi itu rupanya mendapat pertentangan. Drama 'perang' dua kubu pun terjadi.

Undangan soal rencana deklarasi itu pertama kali disebar oleh tim media dari Gerindra, pada pagi hari. Belum ada pihak PPP yang membenarkan saat itu. Baru ketika disambangi di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakpus, ternyata, para petinggi partai sedang rapat.

Mereka sudah berkumpul di markas PPP sejak pukul 09.00 WIB. Rapat dipimpin oleh ketua umum PPP Suryadharma Ali dan dihadiri jajaran pengurus inti yang pro padanya, seperti waketum Djan Faridz, Dimyati Natakusumah, Isa Muchsin, KH Nur Iskandar SQ, dan Hazrul Azwar.

Usai salat Jumat, Suryadharma memastikan acara deklarasi tersebut. Dia juga menegaskan, Prabowo bakal hadir bersama petinggi Gerindra lainnya.

Kesan dadakan akhirnya muncul setelah ketua umum Partai Gerindra Suhardi tidak bisa mengikuti acara tersebut. Dia menyebut, acara memang mendadak, sehingga tak sempat membuat jadwal. Di saat yang bersamaan, Suhardi harus mengikuti acara di daerah pemilihannya. Hanya waketum Fadli Zon dan Sekjen Ahmad Muzani yang mendampingi Prabowo di acara tersebut.

"Ini memang telah direncanakan, cuma waktunya hari ini agak mendadak," ujarnya saat dihubungi via telepon. Beberapa tokoh penting PPP juga tidak hadir karena ada kesibukan di dapil.

Mendadaknya acara deklarasi ini juga tersirat dari ucapan Suryadharma ketika berpidato. Dia menyebut, ada beberapa prosedur teknis lain yang belum diselesaikan terkait urusan dukungan ini. Misalnya, perjanjian tertulis antara Gerindra dan PPP, lalu urusan prosedural di internal PPP.

Formalisasi perjanjian ini disebutkan menyusul. Meski begitu, Suryadharma yakin, meski acara digelar cepat sebelum urusan teknis dibereskan, tidak mengganggu kesolidan PPP untuk mendukung Prabowo. Sebab sudah ada back up dari ketua majelis syariah PPP Maimun Zubair.

"Formalisasi koalisi ini dilanjutkan dengan mekanisme yang berlaku ke depan," kata Suryadharma.

Setelah deklarasi dadakan itu, muncullah drama di internal PPP. Kelompok yang tidak terima dengan keputusan SDA sebagai ketum, menggelar rapat internal pada malam harinya. Mereka membuat keputusan penting yakni bakal menggelar Rapimnas pada hari dan menolak dukungan PPP ke Prabowo.

Kubu yang digalang oleh Sekjen PPP Romahurmuziy dan Waketum Emron Pangkapi ini kecewa dengan keputusan Suryadharma. Rapimnas pun akan dijadikan ajang sebagai upaya penggulingan sang ketum. Awalnya, Rapimnas bakal digelar siang ini, namun kabar terakhir menyebutkan, dimundurkan hingga pukul 19.00 WIB malam.

Namun, upaya kubu Romi Cs ini dianggap ilegal oleh kubu SDA. Rapimnas yang disebut bakal dihadiri mayoritas DPW PPP dinilai tak resmi. Drama pun berlanjut.

(mad/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads