Koalisi Partai Islam, Syamsuddin Haris: Masanya Amien Rais Sudah Lewat

Koalisi Partai Islam, Syamsuddin Haris: Masanya Amien Rais Sudah Lewat

- detikNews
Sabtu, 19 Apr 2014 12:14 WIB
Koalisi Partai Islam, Syamsuddin Haris: Masanya Amien Rais Sudah Lewat
Amien Rais.
Jakarta - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang mendorong munculnya koalisi partai berbasis Islam dengan mengusung nama koalisi Indonesia Raya terus memunculkan kontra.

Di mata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, wacana yang disokong Amien itu bakal sulit direalisasikan. "Tidak semudah itu untuk bisa diwujudkan," kata Syamsuddin saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (19/4/2014).

Syamsuddin lantas mempertanyakan gagasan yang didorong Amien tersebut terkait dengan konteks era sekarang. Dia menilai Amien saat ini sudah sulit untuk membuat suatu gerakan politik karena pengaruhnya sudah tidak seperti dulu lagi.

"Kalau di awal era Reformasi dulu dia (Amien) memang tokoh yang sangat berpengaruh dan menentukan dalam peta percaturan politik, tapi sekarang tentu sudah tidak lagi," ujar Syamsuddin menegaskan.

Peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI ini menekankan dengan 'tidak lakunya' lagi Amien saat ini maka bakal susah menyatukan partai-partai berbasis Islam dalam suatu wadah guna kepentingan koalisi.

Syamsuddin mencermati partai-partai politik yang berbasis Islam tidak bisa begitu saja direngkuh untuk masuk ke koalisi Indonesia Raya. Apalagi, dia menegaskan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga sudah resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra yang nasionalis.

Dia menyoroti partai-partai Islam memiliki basis massa masing-masing yang tidak begitu saja bisa langsung setuju dengan wacana tersebut. "Massa partai Islam kan bisa saja berbeda sikap dengan elitenya. Itu kan (koalisi partai Islam) yang memainkan elite politiknya," ujarnya.

Syamsuddin juga mempertanyakan tidak adanya sosok dari kalangan partai Islam yang kuat untuk didorong jadi capres ataupun sebagai cawapres untuk mendampingi capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

(brn/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads