"Ini ilegal. Ini kan bukan perusahaaan milik pribadi, tapi ini alat perjuangan umat," gugat Emron di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (18/44/2014).
Emron berbicara di sela rapat dengan sejumlah elite PPP seperti Sekjen PPP Romahurmuziy yang posisinya dirotasi menjadi Ketua DPP. Ada pula Waketum Lukman Hakim Saifuddin dan ketua DPP Arwani Thomafi.
Rapat yang membahas persiapan Rapimnas serta evaluasi hasil Pileg, dan pembahasan lain-lain ini berlangsung di ruang rapat lantai tiga.
Lebih lanjut, Emron menyatakan deklarasi dukungan ke Prabowo, beberapa jam yang lalu, hanya sikap pribadi Suryadharma.
"Yang jelas, DPP belum menentukan koalisi dengan partai manapun. Itu keputusan Suryadharma dan kawan-kawan saja," lanjut Emron.
Menurut Emron, keputusan dukungan partai haruis melallui mekanismme Mukernas yang akan dilakukan usaui pengumuman hasil Pileg oleh KPU nanti.
"Mudah-mudahan ini bukan sebagai dagelan politik," ucap Emron kecut
(dnu/fdn)











































