"Seperti Soekarwo (Gubernur Jatim), Khofifah Indar Parawansa, Dahlan Iskan, Pramono Edhie," tutur Wasekjen Golkar Tantowi Yahya saat dihubungi, Kamis (17/4/2014).
Dahlan Iskan dan Pramono Edhie adalah peserta konvensi capres PD. Golkar akan meminta kepada SBY agar melepas salah satu di antara keduanya, jika akhirnya ada yang dipilih sebagai cawapres Ical.
"Pak SBY (Ketum Partai Demokrat) sudah menyatakan partainya mengusung capres, bukan cawapres. Nah ini tinggal apa mau dia melepas tokoh konvensi menjadi cawapres," jawab Tantowi.
Jika tidak bisa mendapatkan orang dari partai politik, maka Golkar bisa mencari tokoh lain yang tak terafiliasi dengan partai untuk kemudian jadi cawapres Ical. Meski begitu, Golkar terus menjalin komunikasi dengan semua partai.
"Cawapres itu harus melengkapi kualitas yang dimiliki Ical. Cawapres juga harus memiliki kelebihan dan menambah elektabilitas. Apakah itu wakil parpol atau bukan, itu bukan isu utama bagi kita. Bisa saja dia utusan parpol, kalau tidak cocok kita cari dari luar parpol," tutur Tantowi.
Namun, berbarengan dengan isu cawapres Ical, muncul desakan pembatalan pencapresan Ical. Tantowi menyatakan usulan semacam yang digalang Ketua Forum Silaturahmi DPD II Golkar Muntasir Hamid itu juga harus didengar, bahkan bisa dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Golkar.
"Itu (Rapim) rapat pembentukan panitia Rapimnas, dan usulan itu (suara Muntasir Hamid) bisa saja digodok di steering comitee untuk dilanjutkan di Rapimnas," tutur Tantowi.
Rapat Pimpinan tanggal 28 April 2014 nanti akan menjadi pendahuluan Rapimnas yang rencananya digelar tanggal 3 Mei 2014.
(dnu/trq)











































