Gubernur Riau akan Merelokasi Korban Banjir

Gubernur Riau akan Merelokasi Korban Banjir

- detikNews
Rabu, 15 Des 2004 00:33 WIB
Pekanbaru - Untuk menghindari banjir yang menjadi agenda tahunan di Riau, rumah masyarakat yang berada di sekitar sungai akan direlokasi. Dana pemindahan rumah penduduk itu akan di masukan dalam APBD masing-masing kabupaten, serta bantuan provinsi.Hal itu disampaikan Gubernur Riau Rusli Zainal kepada wartawan di ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK) Pekanbaru usai meninjau dua kabupaten di Riau yang dilanda banjir, Selasa (14/12/2004).Menurutnya, alternatif untuk mengindari banjir yang saban tahun melanda sejumlah kawasan di Riau, pemerintah kabupaten diminta untuk memetakan sejumlah titik rawan banjir. Hal itu dibutuhkan agar masyarakat korban banjir bisa direlokasi ke daerah yang bebas banjir."Saya sudah instruksikan kepada seluruh bupati untuk memetakan kawasan banjir. Dengan demikian kita akan mudah merelokasi rumah-rumah penduduk ke daerah yang tidak terjangkau banjir," kata Rusli.Dana relokasi rumah penduduk itu, lanjut dia, akan dianggarkan dalam APBD tahun 2005 di masing-masing kabupaten dan kota. Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga akan mengalokasi dana untuk relokasi dalam APBD tahun 2005. Namun gubernur tidak menyebutkan berapa besar dana untuk merelokasi rumah penduduk tersebut.Untuk merelokasi rumah penduduk itu, menurut Rusli, memang bukan hal yang mudah. Selama ini masyarakat sudah terbiasa membangun rumah di pinggiran aliran sungai yang ada di Riau. Dengan adanya program relokasi itu, tentunya rumah-rumah penduduk akan dipindahkan jauh dari daerah aliran sungai (DAS)."Ini juga membutuhkan waktu untuk memberi informasi kepada penduduk setempat. Karena sejak dulu, mereka sudah terbiasa bermukim di sekitar DAS. Jadi untuk merelokasi mereka, kita juga membutuhkan waktu, dan itu bukan pekerjaan yang mudah," katanya.Dijelaskan Rusli, salah satu penyebab banjir yang terus menerus melanda Riau adalah maraknya praktek illegal logging. Pembalakan haram itu telah menyempitkan daerah resapan air yang berakibat sejumlah sungai di Riau meluap."Praktek pembalakan haram di Riau ini sudah menjadi masalah klasik. Untuk memberantasnya harus ada keinginan dari semua pihak termasuk kepala daerah. Di samping itu, mesti ada juga kemauan politik. Sebab masalah illegal logging merupakan masalah yang sangat menggurita," demikian Rusli Zainal. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini