Kerusuhan ini terjadi, Kamis (17/4/2014) siang tadi, tepatnya di sekitar areal PT SSL yang bergerak bidang hutan tanaman industri di Siak, Riau. Areal perusahaan sudah dua hari dijaga Polres Siak dan anggota Brimob.
Warga melakukan aksi demo di depan pintu masuk perusahaan. Demo sudah berlangsung dua hari sejak kemarin. Mereka ini menutut pembebasan kades yang ditahan Polres Siak atas laporan perusahaan telah menguasai lahan.
Kerusuhan terjadi ketika mobil Patroli Polres Siak melintas membawa nasi bungkus untuk dibagikan kepada petugas jaga. Lantas ada seorang ibu rumah tangga mengambil nasi bungkus tersebut untuk diberikan kepada anak-anak mereka yang juga belum makan. Rupanya, aksi seorang ibu itu membuat sejumlah anggota polisi marah. Ketengangan terjadi.
"Sampai di halaman kantor perusahaan, Brimob langsung mengeluarkan letusan senjatanya," kata seorang warga kepada detikcom yang enggan disebutkan namanya.
Masih menurut keterangan warga tadi, anggota Brimob Polda Riau beberapa kali meletuskan senjata ke udara sebagai peringatan. Belakangan moncong senjata diarahkan ke warga.
"Dua orang warga tertembak peluru karet. Kini dua warga desa itu dilarikan ke rumah sakit umum di Siak," kata warga.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Namun menurutnya, pemicunya wargalah yang membuat ulah.
Guntur menjelaskan, sekitar pukul 11.45 WIB, pihak Polres mendorong logistik makan siang dengan dinas. Sesampainya di depan portal PT. SSL disetop oleh massa.
"Lantas massa mengambil serta membuang nasi bungkus yang dibawa anggota serta melemparkan semua nasi bungkus tersebut. Dan setelah itu anggota dikejar dan dipukul sampai masuk ke areal perusahaan," kata Guntur.
Selanjutnya, kata Guntur, melihat aksi warga tersebut anggota Brimob mencegah dan memberikan tembakan peringatan ke atas. "Karena massa tidak mau berhenti maka anggota Brimob mengarahkan tembakan pantul ke tanah dengan peluru karet, dan dua orang terkena tembakan," kata Guntur.
Masih menurut Guntur, dua orang warga yang terkena tembakan peluru karet itu adalah Sunaryo di bagian pantat dan Iwan di bagian kakinya.
"Kami menduga ada provokatornya dalam kasus ini. Sebab, sehari sebelumnya, warga menggelar demo dengan jalan aksi damai," kata Guntur.
(cha/try)











































