"Pak Hatta ini, kalau boleh saya sebut, manusia setengah dewa lah. Dia menjadi menteri di empat zaman presiden. Belum ada tokoh yang lain yang seperti itu. Ini menjadi daya tarik tersendiri," tutur Taufik saat dihubungi, Kamis (17/4/2014).
Hatta, dikatakan Taufik, sudah menjabat dalam posisi pemerintahan yang berbeda sejak masa Presiden Gus Dur hingga Presiden SBY. Selain itu, survei-survei juga menyatakan Hatta Rajasa cocok jadi cawapres. Maka wajar jika Hatta dijoddoh-jodohhkan dengan capres potensial.
"Kita melihat Pak Hatta dari survei, beliau diunggulkan jadi cawapres potensial nomor satu. Komponen partai sedang melakukan penjajakan dengan seluruh parpol. Tentu dikoordinasikan langsung oleh Pak Hatta," tutur Taufik.
Meski PAN memiliki dua faksi, bukan berarti PAN terpecah. "Ada yang menyampaikan Pak Jokowi atau Prabowo bagus sebagai referensi, atau Pak Ical. Di semua partai juga ada heterogenitas pemikiran seperti itu. Itu pengayaan materi," tuturnya.
Kejelasan sikap Hatta akan berpasangan dengan siapa akan ditentukan sekitar awal bulan Mei 2014, sebelum pendaftaran capres-cawapres ke KPU, tangggal 18 Mei 2014.
"Kita akan komunikasi intens soal Pilpres sekitar akhir bulan April. Sehingga awal Mei kita sudah punya keputusan, menyimpulkan koalisi ke mana dan ke siapa. Juga capres dan cawapres," tuturnya.
(dnu/trq)











































