"Mereka itu udah lama pacaran. Ceweknya (Murni) sering ke rumah si Acun," ujar Leni (59), tetangga Acun, di temui di lokasi kejadian, Jalan Mesjid Bendungan RT 09/10 No 1 Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2014).
Leni mengungkapkan sebelum kejadian, korban diketahui meminta uang kepada Acun. Menurutnya, Murni sendiri memiliki kekasih lain.
"Pas datang ceweknya minta uang Rp 200 ribu, padahal cewek itu punya cowok lain, ibaratnya itu cewek pacaran sama Acun tapi punya selingkuhan," imbuhnya.
Ia pun menuturkan, ketika datang ke rumah Acun, Murni diketahui datang bersama seorang lelaki yang diketahui sebagai selingkuhannya. "Waktu minta uang ke Acun, cowok Murni justru yang nganterin, begitu terjadi keributan cowonya malah kabur," tuturnya.
Sementara itu Ketua RT 09/07 Paulus Remos membenarkan kalau Murni sering memorotin uang Acun. Meski begitu, belum dapat dipastikan hal itu sebagai motif pembunuhan dari Acun.
"Iya, bisa jadi Acun jenuh dimintain uang melulu, sementara Murni memiliki kekasih lain," ungkapnya.
Sebelumnya, warga sekitar rumah Acun digegerkan oleh teriakan Handy, anak angkat Acun. Handy berteriak ayah angkatnya itu berlumuran darah di hadapan Murni yang telah tewas dengan luka di leher dan darah di mana-mana. Dugaan sementara, Acunlah yang membunuh kekasihnya itu sendiri, namun pihak kepolisian masih mendalami kasus ini.
(edo/vid)










































