"Acun itu pemilik rumah, kalau Murni itu nggak tinggal di sini. Mereka itu udah kenal cukup lama, kalau kata, saya mereka pacaran," ujar Ketua RT 09/10 Kramatjati Paulus Remos di lokasi kejadian, Jalan Mesjid Bendungan RT 09/10 No 1 Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2014).
Paulus sendiri tidak mengetahui pasti hubungn itu telah berjalan berapa lama. Namun diketahui kalau Murni sering datang ke rumah Acun.
"Murni yang jadi korban sering datang ke rumah, setiap ke sini, Murni selalu minta uang sama Acun," tuturnya.
Menurut Paulus, wanita muda itu telah beberapa kali hendak dipinang oleh Acun. Namun permintaan itu sering di tolak.
"Adeknya Acun sendiri udah tahu mereka pacaran, karena selama pacaran Murni sering minta uang, karena itu adiknya Acun minta kakaknya buat nikahin cewe itu," ungkapnya.
Sebelumnya, warga sekitar rumah Acun digegerkan oleh teriakan Handy, anak angkat Acun. Handy berteriak ayah angkatnya itu berlumuran darah di hadapan Murni yang telah tewas dengan luka di leher dan darah di mana-mana. Dugaan sementara, Acunlah yang membunuh kekasihnya itu sendiri, namun pihak kepolisian masih mendalami kasus ini.
(edo/vid)











































