Empat Bulan Tak Digaji, Petugas Kebersihan DKI Ini Jadi Pemulung

Empat Bulan Tak Digaji, Petugas Kebersihan DKI Ini Jadi Pemulung

- detikNews
Rabu, 16 Apr 2014 21:10 WIB
Jakarta - Raut wajah wanita berusia 43 tahun itu tampak lelah dan menghitam, namun ia tetap memulung di pinggir jalan. Wanita itu terpaksa memulung setelah gajinya sebagai pegawai Dinas Kebersihan DKI tak kunjung diterima selama empat bulan terakhir ini.

Adalah Nila, warga Kampung Bayur RT 07/04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Ia tetap bekerja sebagai pegawai dinas kebersihan tanpa gaji sejak Januari 2014, dan memilih memulung untuk bertahan hidup.

"Jadi saya sama suami, selagi nyapu jalan, kami juga sekalian mulung. Kami ambilin besi-besi, mur, baut, paku, botol plastik bekas yang ada di jalan," kata Nila saat ditemui di depan Tamini Square, Jalan Raya Pondok Gede, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2014) siang.

"Sembari kerja, kalau ada botol plastik atau besi dipungut lumayan juga hargnya. Untuk besi harganya Rp 3.500 per kg, botol air mineral Rp 3.000 per kg, gelas plastik air mineral Rp 6.000 per kg. Ya lumayanlah buat beli beras, biasanya sebulan bisa dapat Rp 150.000," ujar Nila menambahkan.

Selain penghasilan dari memulung, kadang Nila juga mendapatkan sejumlah uang dari pengendara motor yang melintas. Jumlahnya antara Rp 5.000 hingga Rp 20.000.

"Kalau pas lagi nyapu, ya ada aja pengendara yang ngasih uang. Ya meskipun nggak banyak dan nggak setiap hari. Paling Rp 5.000 sampai Rp 20.000," ujar wanita yang memiliki anak tiga.

Walau begitu, Nila masih terhimpit oleh biaya tempat tinggal dan sekolah anak-anaknya. Motor hasil kerja kerasnya sebagai pegawai dinas kebersihan juga terancam diambil dealer karena kreditnya menunggak.

"Bingung juga kalau mereka minta uang jajan buat makan di sekolah, karena buat makan aja sekarang kami susah. Sedangkan kontrakan Rp 400.000 per bulan. Selain itu, cicilan sepeda motor, Rp 560.000 per bulan selama dua tahun, namun baru terbayar delapan bulan," imbuhnya.

"Apalagi utang kami di warung udah Rp 5 juta, buat beli kebutuhan makanan semua. Sekarang udah nggak boleh lagi kami utang sama warung. Kemarin, motor juga sempat mau ditarik sama dealer, tapi untung kakak saya mau utangin kami," ungkapnya.

(edo/vid)


Berita Terkait