"Ada beberapa kekurangan, pertama tidak fokus menjalankan organisasi kita," ujar Akbar di kantor Golkar yang terletak di Jalan Anggrek Nelly, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2014).
Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Luhut Panjaitan, Fahmi Idris, Abdul Latief, dan Marzuki Darusman. Rapat ini dilakukan tertutup, namun Akbar menyatakan hal lain yang dibahas adalah persiapan menuju Pilpres 2014.
"Kita perkuat dulu institusi partai, selanjutnya baru berangkat ke pilpres. Sementara evaluasi dulu pencapaian target karena target kita jauh dari apa yang telah diharapkan. Evaluasinya kita cari, di mana kelemahan dan kekurangan kita," ujar Akbar.
Sebelum rapat dimulai pada pukul 20.00 WIB, tampak Akbar dan Luhut duduk di satu meja. Hingga saat ini rapat tersebut masih berlangsung dengan pintu yang tertutup.
Partai Golkar memang gagal meraih target besar memenangkan Pileg 2014. Hasil quick count menunjukkan Golkar hanya meraih sekitar 15% suara dan harus puas duduk di posisi kedua. Posisi ini mempersulit pencapresan Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Namun masalah nyaris terlewati setelah Golkar merangkul Hanura untuk koalisi mengusung pencapresan Ical. Namun tak ada jaminan koalisi ini bakal sukses melawan kedigdayaan dua capres lain yakni Jokowi dan Prabowo Subianto.
Dorongan evaluasi pencapresan Ical pun menguat di internal Golkar. Akankah Dewan Pertimbangan Golkar mempelopori evaluasi pencapresan Ical untuk menyelamatkan muka Golkar?
(vid/van)











































