'Dipecat' karena Sibuk Urus Istri, Suharso: Itu Ngawur!

'Dipecat' karena Sibuk Urus Istri, Suharso: Itu Ngawur!

- detikNews
Rabu, 16 Apr 2014 20:19 WIB
Dipecat karena Sibuk Urus Istri, Suharso: Itu Ngawur!
Jakarta - Waketum PPP Suharso Monoarfa menyebut pemecatan dirinya ilegal. Suharso menyanggah tudingan Wakil Sekjen PPP Syaifullah Tamliha soal wanprestasi Suharso sebagai Badan Pemenangan Pemilu PPP yang dijadikan alasan pemecatan.

Suharso menegaskan dirinya bekerja optimal sebagai Waketum bidang pemenangan wilayah timur Indonesia. "Saya ikuti perkembangan pemilu, saya dengan tim berkoordinasi termasuk untuk mengawal perhitungan perolehan kursi konversi dari suara yang didapat," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (16/4/2014).

Suharso juga tersinggung ketika Syaifullah Tamliha mengaitkan posisi istrinya sebagai caleg di dapil Jabar dengan kinerjanya. Tamliha, dihubungi terpisah, menuding Suharso lebih mengutamakan pencalonan istri dibanding melaksanakan tugas kepartaian.

"Tuduhan itu ngawur! Asumsi! Saya malah tidak banyak memberi waktu menemani istri di dapil Jabar XI. Waktu dia kampanye, saya ada di lokasi berbeda," tutur dia.

Mantan Menteri Perumahan Rakyat ini menyebut surat pemecatannya ilegal karena tidak ditandatangani sekjen partai. "Saya juga belum dapat suratnya," sebutnya.

Memang diakui, dirinya ikut mengkritik manuver ketum PPP Suryadharma Ali yang hadir dalam kampanye akbar Partai Gerindra. "Saya beranggapan itu salah karena itu bukan hari kampanye PPP. Beliau bukan jurkamnas Gerindra dan itu melanggar aturan KPU. Terus terang saya kesulitan menjelaskan ke bawah soal aksi itu," terangnya.

Meski dipecat, Suharso belum berencana menghubungi Suryadharma. "Saya tetap mengawal penghitungan suara dikonversikan ke perolehan kursi," ujarnya.

(fdn/trq)


Berita Terkait