Ratusan Buruh Semarang Protes Pemecatan Pengurus SP

Ratusan Buruh Semarang Protes Pemecatan Pengurus SP

- detikNews
Selasa, 14 Des 2004 16:19 WIB
Semarang - Tampaknya solidaritas kaum buruh di Semarang lumayan kuat. Mengetahui 7 pengurus Serikat Pekerja (SP), ratusan buruh PT Audio Sumitomo Techno (AST) Ngaliyan Semarang memprotes dengan mendatangi balaikota.Buruh yang berjumlah 700-an orang itu mengendari 3 bus dan puluhan kendaraan roda dua menuju balaikota, Jl. Pemuda, Selasa (14/12/2004). Di Kantor Dinas Walikota Semarang Sukawi Sutarip itu mereka membentangkan sejumlah poster dan puluhan bendera sambil berorasi.Dalam aksinya, para buruh pada perusahaan yang memproduksi salon dan speaker itu meminta pemerintah agar ikut menyelesaikan persoalan mereka. Selain itu mereka juga menuntut adanya kebebasan berserikat.Salah satu Koordinator Buruh Wirawan menyatakan, manajemen PT AST telah mengingkari kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama tanggal 9 Desember lalu. Dalam kesepakatan itu, manajemen berjanji mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap."Tapi setelah itu, beberapa pengurus serikat pekerja malah diintimidasi. Bahkan 7 orang di antaranya dipecat,"” kata Wirawan.Karena itu, mereka menyerbu kantor walikota untuk menuntut pencabutan dan pembatalan PHK yang menjadi pengurus serikat pekerja. Para buruh pun meminta agar pemerintah kota mengusut visa tenaga asing dari pemimpin dan pemilik modal PT AST yang dikatakan berasal dari Jepang.Setelah beberapa saat berorasi, para buruh itu berunding dengan Pemkot. Beberapa perwakilan melakukan audiensi dan perundingan dengan pemerintah kota Semarang. Mereka ditemui oleh Asisten I Walikota Sumarmo. Tapi sayang pemerintah kota tidak mampu mendatangkan pihak manajemen sehingga perundingan itu tak menghasilkan apa pun."Manajemen tidak mau datang. Kita akan selesaikan masalah ini besok (15/12) di Disnakertrans Kota Semarang,"” kata Ketua Serikat Buruh PT AST Mujiono menginformasikan hasil pertemuannya dengan pihak pemerintah.Para buruh yang menunggu selama beberapa jam itu pun meneriakkan kekecewaannya. Mereka berjanji akan tetap mogok dan mengikuti penyelesaian di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang. Mereka meninggalkan balaikota dengan tertib dengan pengawalan puluhan polisi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads