"Bagi-bagi kursi dan menteri itu tidak baik," tegas Jokowi dalam pertemuan dengan Forum Pemred, di rumah makan Horapa, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Jokowi mengatakan, hal itu sudah dilakukan saat dia menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Dia yakin tidak akan jadi masalah jika nantinya parlemen memusuhi. Yang pasti dia tetap akan bekerja keras memajukan bangsa demi rakyat.
"Saya nggak takut, di DKI (kursi PDIP) cuma 17 persen dan APBD muncul terlambat juga gak apa-apa. Memang untuk apa? Kalau mau kerja sama semua ya kita silakan," ucapnya.
Jokowi menambahkan untuk koalisi nanti, dia tidak masalah walaupun hanya 1 parpol yang ingin bergabung dengan PDIP. "Satu cukup, tidak masalah dan saya tidak mau membebani," ucapnya.
Saat ini PDIP sudah mengikat koalisi dengan NasDem. Gabungan kedua partai itu sudah cukup untuk mengusung Jokowi di Pilpres 2014. Meski demikian, PDIP masih mencari partner koalisi yang lain.
(rvk/trq)











































