Agung Diplot Kalla Jadi Wakil Ketum Golkar
Selasa, 14 Des 2004 16:13 WIB
Jakarta - Peta politik menjelang Munas VII Partai Golkar terus berubah. Agung Laksono dikabarkan akan bergabung dengan Jusuf Kalla menghadapi kubu Akbar Tandjung. Kalla akan memosisikan Agung sebagai wakil ketum.Tentu saja, bila koalisi Agung-Kalla ini terjadi maka bursa calon ketum makin berkurang. Nama-nama yang santer disebut-sebut sebagai kandidat hingga kini adalah Akbar Tandjung, Agung Laksono, Slamet Effendy Yusuf, Marwah Daud Ibrahim, Jusuf Kalla dan Wiranto. Sedangkan Surya Paloh yang sebelumnya didukung DPD Golkar Sumatera Utara mengundurkan diri dari bursa kandidat ketum. Paloh lebih memilih posisi ketua dewan penasihat dalam kepengurusan Jusuf Kalla, bila terpilih nanti.Posisi wakil ketua umum memang belum ada sebelumnya di AD/ART Partai Golkar. Posisi ini direncanakan masuk dalam AD/ART mendatang.Tokoh Golkar Sulawesi Selatan Yasril Ananta Baharuddin mengaku yakin koalisi Agung-Kalla bisa terbentuk sebelum pemilihan ketum."Baik Agung maupun Jusuf Kalla tidak ada perbedaan mendasar. Jadi, saya yakin mereka akan bergabung." Demikian ujar Yasril dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/12/2004). "Arah perkembangan politiknya memang ke sini (koalisi)," tukasnya.Ia mengatakan, sebelumnya Kalla bersedia menjadi calon, Agung berpeluang besar menjadi ketum. "Apalagi ada kesan paketnya Surya Paloh menjadi ketum dan dewan penasihatnya Jusuf Kalla," tandasnya.Namun, desakan lebih dari 20 DPD I yang meminta kesediaan jadi kandidat akhirnya dipenuhi oleh Jusuf Kalla. "Karena mayoritas kader melalui DPD meminta dan mendukung Kalla. Akhirnya beliau menyatakan bersedia." "Dan kesediaan itu diutarakan setelah berkomunikasi dengan Presiden," tegas Yasril. Posisi wakil ketua umum tersebut, lanjut mantan ketua komisi I DPR ini, akan seperti pelaksana harian. "Posisi itu semacam pelaksana harian tapi bukan pelaksana harian," kata dia.Akankah Agung berkoalisi dengan Kalla. Atau malah Agung justru bergabung dengan Akbar Tandjung ? Kita tunggu saja perkembangan berikutnya.
(ton/)











































