"Selama ini kan tidak ada seorang Ketua Umum mendatangi kampanye ke partai lain, kami hanya ingin mengklarifikasi itu saja," ujar Rahmat di Kantor DPP PPP, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014).
Tak lama dari itu tiba-tiba pembicaraan Rahmat dipotong oleh Ketua DPW Jakarta H. Lulung. Dia berteriak bahwa seharusnya ada mekanisme musyawarah.
"Kenapa jadi begitu? Seharusnya kan ada musyawarah mufakat, bukan langsung membuat mosi tidak percaya," lontar H. Lulung.
Mendadak suasana lobi Kantor DPP PPP memanas. Namun tidak ada kontak fisik dalam kericuhan tersebut. Keduanya pun langsung meninggalkan kantor tak lama setelah itu.
Apakah benar-benar terjadi perpecahan di internal PPP?
(bpn/van)











































