Head of Asia Pasific AT Kearney, John Kurtz, mengatakan, ECO mengukur kemungkinan dan potensi sebuah kota untuk memperbaiki posisinya dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Survei ECO ini berfokus pada indikator masa depan untuk potensi aktivitas bisnis, sumberdaya manusia dan inovasi.
"Pertama Jakarta, kedua Manila (Filipina), Addis Ababa (Ethiopia), Sao Paulo (Brazil), dan New Delhi (India)," ujar John Kurtz di Balaikota DKI, Jl medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014).
Kurtz mengatakan, hasil survei ini menunjukkan bahwa Jakarta berpeluang besar menjadi kota berkembang saat ini. Terlebih dengan adanya perbaikan signifikan seperti dalam hal pertukaran informasi dan semakin kondusif untuk melakukan bisnis ditandai dengan tingginya pertumbuhan pendapatan perkapita.
"Sumber daya manusia, terutama dalam hal parameter layanan kesehatan, merupakan salah satu parameter yang merupakan peluang perbaikan bagi Jakarta," katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, survei ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pembangunan kota Jakarta ke depannya.
"Ya kita merespons positif penialian ini, ini bisa kita pakai untuk evaluasi, koreksi, mana yang sudah benar, mana yang belum benar," kata Jokowi.
(jor/mad)











































