Golkar dan Ical Kehilangan Momentum

Golkar dan Ical Kehilangan Momentum

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2014 18:17 WIB
Golkar dan Ical Kehilangan Momentum
Jakarta - Untuk jadi poros utama koalisi parpol harus memenuhi dua syarat. Yang pertama adalah memiliki kekuatan besar di Pileg dan kedua memiliki capres yang kuat. Golkar melewatkan dua syarat tersebut.

"Partai-partai yang lain karena dasar koalisi kan semua ingin menjadi bagian dari kekuasaan dan itu harus disyaratkan dengan kemenangan. Golkar tidak memiliki itu. ARB dalam survei suaranya cenderung stagnan bahkan menurun," kata pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Hal ini disampaikan Yunarto usai diskusi publik tentang 'Mengapa Efek Jokowi Tidak Di(maksimal) kan?'. Diskusi ini digelar di Whiz Hotel, Cikini, Jakarta, Selasa (15/3/2014).

Golkar kini tak lagi jadi partai terbesar. Perolehan suara di quick count hanya berkisar 15 persen, perolehan suara ini gagal menutup rendahnya elektabilitas Ical.

"Inilah mengapa Golkar dan ARB seperti kehilangan memontum. Dia sepertinya menjadi poros yang bersifat medioker," kata Yunarto.

Dalam kesempatan ini Yunarto juga mengupas peluang terbentuknya poros strategis partai Islam. Menurutnya agak sulit, karena tidak ada capres yang mampu menandingi Jokowi dan Prabowo.

"Ketika persyaratan itu tidak terpenuhi saya pikir mereka akan cukup percaya diri untuk mengetahui koalisi mereka tidak akan memenangkan pertarungan karena ini adalah pilpres," ungkap Yunarto.

Masih menurut Yunarto, pada akhirnya pragmatisme akan mengalahkan logika atau ide mengenai koalisi partai Islam. Mereka akan cenderung mendekat pada partai yang bisa untuk menang.

"Mereka akan cenderung memenangkan ego agar kader mereka bisa masuk dalam bursa capres atau cawapres mengingat tidak ada nama yang kuat. Mereka mungkin akan berfikir untuk masuk ke dalam poros yang besar dan menjadi cawapres dibandingkan memaksakan dirinya masuk dalam poros baru yang kemungkinan kalah," pungkasnya.

(van/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads