"Mudah-mudahan (besok mencapai kesepakatan koalisi-red). Bisa juga setengah matang atau seperempat matang. Tinggal diketok palunya pada waktu selanjutnya," kata Ketua DPP PD Jafar Hafsah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Ketok palu koalisi akan dilakukan lewat forum Majelis Tinggi Partai Demokrat yang belum ditentukan waktunya. Jafar menyatakan capres konvensi yang bisa disodorkan ke Gerindra bisa yang memiliki latar belakang non-militer. Jafar menyebut Dahlan Iskan.
"Kalau Pak Prabowo dipasangkan dengan yang non-militer, tentu dicari yang non-militer. Bisa Dahlan, tergantung. Tetapi tergantung sinyal dari capres. Biasanya yang tentara pilih yang bukan tentara, yang Jawa cari yang bukan Jawa," kata Jafar.
Tahapan konvensi capres, disebut Jafar, akan mengeluarkan hasil akhir sekitar sepekan ke depan. Nantinya, hasil itu akan diserahkan ke Ketua Umum PD yakni SBY untuk disahkan.
"Konvensi juga akan ditetapkan satu minggu ke depan harus diselesaikan. Seluruh peserta konvensi bisa saja ditawarkan (ke Prabowo). Tetapi panitia konvensi nanti yang akan menyampaikan ke Ketum," kata Jafar.
Jafar mengakui bahwa partainya memang hanya meraup hasil Pileg yang kurang dari 10 persen, setidaknya bila dilihat dari hasil hitung cepat yang beredar. Maka pengusung capres yang paling kuat adalah Gerindra, yaitu Prabowo.
"Tentunya demokrat mengajukan cawapres, karena Gerindra angkanya lebih dari 10 persen dan mengajukan capres. Tentunya Demokrat mengajukan calon wakil presiden," kata Ketua Fraksi PD di MPR ini.
Jafar menuturkan kedekatan SBY dan Prabowo memang nyata. Hubungan PD dan Gerindra juga terjalin harmonis.
"Saya sebelumnya bertemu dengan Pak SBY dan Pak Prabowo beberapa kali, bertemu secara periodik, terakhir sekitar sebulan lalu sebelum Pileg membicarakan negara ke depan," tutur Jafar.
(dnu/trq)











































