Pantuan detikcom Senin (15/4/2014) pukul 15.47 WIB, di SDN Malaka 14 Pagi Duren Sawit, kondisi genting dan plafon dua ruang kelas yang dulunya dipakai kegiatan belajar mengajar kelas 5 serta kelas 6 memiliki lubang besar. Tumpukan genteng yang ambrul tersebut dibiarkan berserakan di lantai kelas.
Beruntung robohnya genteng dan plafon ruang kelas 5 dan 6 tidak memakan korban jiwa. Atap tersebut roboh setahun lalu ketika kegiatan belajar mengajar sedang libur.
"Sudah hampir setahun kedua kelas ini dibiarkan begitu aja," kata Kepala Sekolah SDN Malaka Sari 14 Pagi, Isti Faiyah ketika ditemui di sekolah yang dipimpinnya hari Selasa ini.
Satu kelas lagi, yakni kondisi plafon dan eternit di ruang kelas 4 pun terpaksa disanggah kayu karena kondisinya rapuh. Pihak sekolah pun terpaksa mengungsikan siswa didik yang belajar di 3 ruang sekolah tersebut.
"Kegiatan belajar mengajar pun kita bagi menjadi pagi dan siang," imbuh Isti.
Kelas 1-2-3 masuk siang dan kelas 4-5-6 masuk pagi. Isti menjelaskan usulan perbaikan telah disampaikan berulang kali kepada Dinas Pendidikan DKI. Namun usulan tersebut belum mendapat respons.
"Sudah berkali-kali, ada mungkin lima sampai empat kali, bahkan sudah difoto-foto tapi nggak diperbaiki," jelas dia.
Isti mengatakan sekolah ini telah didirkan sejak tahun 1978. Selama sekolah berdiri tidak ada perbaikan atau renovasi total. "Paling cumah rehab ringan itu pun tahun 2001, setahu saya setelah itu tidak pernah ada perbaikan lagi," tutur Isti.
(edo/nwk)











































