Lagi, Seorang Guru Tewas Ditembak di Thailand Selatan
Selasa, 14 Des 2004 15:07 WIB
Jakarta - Korban jiwa kembali berjatuhan di Thailand selatan. Seorang guru tewas ditembak di wilayah konflik itu, hari Selasa ini. Ia merupakan korban jiwa terbaru dalam peristiwa kekerasan yang melanda wilayah yang didominasi Muslim itu pada tahun ini.Demikian disampaikan Kepolisian Thailand seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/12/2004).Pinyo Wongruekvech ditembak sebanyak tiga kali oleh beberapa pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor. Para penyerang mengikuti pria penganut Budha berusia 42 tahun itu, yang bersama istrinya mengendarai sebuah motor menuju ke tempat kerja mereka di provinsi Narathiwat, Thailand selatan."Dia ditembak di dada dan bahu kanan dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," ujar seorang polisi kepada AFP. Diimbuhkannya bahwa istri korban luput dari terjangan peluru. Namun perempuan itu mengalami cidera ketika motor yang mereka naiki terjatuh.Para guru di sekolah-sekolah negeri, serta pasukan keamanan dan pejabat-pejabat pemerintah, memang menjadi target utama dalam berbagai serangan separatis di Thailand selatan. Sejauh ini, lebih dari 550 meninggal akibat konflik tersebut pada tahun ini.Krisis meningkat pada Oktober lalu ketika aksi demonstrasi di Narathiwat berujung bentrokan berdarah dengan pasukan keamanan. Akibatnya, sedikitnya 87 Muslim kehilangan nyawanya, yang sebagian besar tewas akibat kehabisan nafas setelah diikat dan dijejalkan ke dalam truk-truk tentara yang penuh sesak.
(ita/)











































