Sudi: Pemerintah Tak Mau Ikut-ikutan soal Pencalonan Kalla

Sudi: Pemerintah Tak Mau Ikut-ikutan soal Pencalonan Kalla

- detikNews
Selasa, 14 Des 2004 14:23 WIB
Jakarta - Seskab Sudi Silalahi menegaskan, pemerintah tidak mencampuri Munas Golkar, termasuk tidak ikut-ikutan tentang pencalonan Jusuf Kalla sebagai ketua umum pohon beringin.Penegasan itu disampaikan Sudi saat dicegat wartawan di Istana Negara,Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (14/12/2004) usai menghadiri pembukaan Munas IV Himpunan Kawasan Industri Indonesia.Jusuf Kalla pada Senin sore kemarin dijadwalkan bertemu dengan Presiden SBY. Namun wartawan mengira kehadirannya untuk mendampingi Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan Kepala Bappenas Sri Mulyani, kebetulan Kalla memang bertugas mengkoordinasi urusan ekonomi.Tapi ketika kedua menteri selesai memberikan keteranan pers, Kalla tak juga keluar. Ketika akhirnya meninggalkan Istana, Kalla yang biasanya melambaikan tangan pada wartawan dalam mobil dinasnya, lebih sibuk bermain dengan handphonenya. Pertemuan Kalla-SBY itulah yang kemudian melahirkan spekulasi bahwa keduanya membahas pencalonan Kalla sebagai pesaing Akbar Tandjung.Apakah hal itu benar, berikut petikan tanya jawab wartawan dengan Sudi Silalahi:Apakah Pak Kalla meminta restu pada Presiden?Pemerintah tidak mau ikut-ikutan. Siapa pun yang maju sebagai ketua umum, silakan saja. Kemarin yang dibahas saya pikir hanya mengenai tugas-tugas kenegaraan. Bukan membahas maju tidaknya Pak Kalla.Pak Kalla kan bagian dari pemerintahan. Apakah beliau minta restu pada Presiden?Sekarang bukan jamannya lagi pemerintah ngurusi parpol. Jadi biarkan saja parpol berjalan sesuai aturan mainnya.Apakah Pak Kalla kemarin minta izin?Dalam pemerintahan, kalau mau melakukan kegiatan-kegiatan, kan harus minta izin.Jadi benar Pak Kalla minta izin dan Presiden mengizinkan?Saya tidak tahu, saya tidak memonitor.Bagaimana seandainya Pak Kalla terpilih, nanti kan rangkap jabatan?Saya tidak mau komentar soal itu.Jika Pak Kalla terpilih dan rangkap jabatan, apa tidak mengganggu pemerintahan?Ya, jangan berandai-andai. Pokoknya, saya tidak pernah mendampingi presiden membicarakan masalah itu. Yang saya tahu, presiden tidak mau mengurus tentang parpol mana pun.Seandainya Presiden mengizinkan Pak Kalla jadi calon ketua umum Golkar, apa itu strategi Pak SBY meninggalkan Partai Demokrat (PD) setelah menjadi presiden?Pak SBY tidak pernah mau ikut-ikutann soal parpol. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini