HBL Mantiri Tak Tahu Soal Suap yang Diterima Tutut
Selasa, 14 Des 2004 13:54 WIB
Jakarta - Mantan Kasum ABRI Letjen (Purn) HBL Mantiri mengaku tidak mengetahui mekanisme dan harga pembelian tank Scorpion dari Alvis, produsennya di Inggris. Mantiri juga mengaku tidak tahu tentang adanya dugaan suap yang diterima Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) dari Alvis.Mantiri, yang ditemui wartawan acara sarasehan di Depdagri, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (14/12/2004), menjelaskan dirinya pada Juli 1994 memang pernah diundang meninjau di Alvis bersama Kassospol ABRI (saat itu) Letjen Hartono.Setelah meminta izin kepada Panglima ABRI (Pangab) Jenderal Feisal Tanjung dan dikabulkan, maka Mantiri dan Hartono datang ke Alvis. Ternyata ketika itu di lokasi sudah ada Tutut (putri Presiden Soeharto), dan Rini Soewondo, pemilik PT Surya Kepanjen, mitra lokal Alvis di Jakarta, serta Didie. "Jadi saya ke sana hanya meninjau saja. Apakah tank Scorpion ini cocok dengan alam Indonesia. Ternyata tank Scorpion itu memang bagus dan cocok untuk alam Indonesia. Tank itu lebih ringan karena kurang dari satu ton," jelas Mantiri yang kini menjadi Direktur Utama PT Sinar Harapan Persada.Dijelaskan Mantiri, sebagai Kasum ABRI akhirnya ia tahu bahwa proses pembelian tank ini sudah dari tahun 1992. "Karena saya tahun 1992 menjadi Pangdam IX Udayana saya tidak tahu menahu tentang proses pembelian tank Scorpion itu. Dan ketika saya pulang dari kunjungan ke Avis tersebut saya tidak tahu lagi proses selanjutnya karena saya sudah dicopot dari kasum."Ditanya tentang dugaan adanya uang suap yang diterima Tutut dalam pembelian tank Scorpion, Mantiri mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu. Tapi yang saya tahu itu adalah deal pengusaha dengan Avis, dan kemudian diajukan ke pemerintah," katanya.
(gtp/)











































