"Grup arung jeram UNDIP Semarang berjumlah 10 orang dan 1 orang mahasiswa STTG Garut terbawa hanyut menggunakan 2 perahu karet," kata Kabid Humas Polda Kombes Martinus Sitompul dalam pesan singkat Senin (14/4/2014).
Martinus memaparkan, 5 orang yang selamat itu adalah Gresi (19 tahun), Faran (20 tahun), Tahwin (21 tahun), 4 Wisnu (19 tahun), Dian (20 tahun). "Sedangkan 5 orang lain yang selamat belum bisa diidentifikasi karena terhalang sungai dan sudah di rumah warga di delta sungai," ujarnya.
"Mipta (19 tahun) meninggal dunia dan ditemukan di pantai berikut 2 perahu karet," imbuh Martinus.
Selain itu, banjir bandang tersebut juga telah mengakibatkan terendamnya sawah blok Cigebang, Koang, dan Palangsiang seluas 30 hekta yang termasuk wilayah Desa Karangsari Kec Pakenjeng. Usia tanam 1,5 bulan.
"Polres Garut berkoordinasi dengan pemda, camat dan desa setempat. Kapolsek Pakenjeng Akp Taka dan Kasatpol air Akp Tri beserta 10 personil sedang melakukan evakuasi korban dari TKP yang medannya cukup sulit dan jaraknya 3 jam dari Polsek. Koordinasi dengan BPPD Garut," ucapnya.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari warga di sekitar sungai Cikandang Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Garut, dari 11 orang yang terseret banjir bandang, sebanyak 2 orang meninggal dunia.
"Jadi pak memang kami baru mendapatkan kabar baru sekitar 5 orang yang ditemukan, saya masih mencari informasi," ujar salah Penyuluh Swadaya Masyarakat, Duduy (40) kepada wartawan, Senin (14/4/2014).
(iqb/rmd)










































