"Blok G harus tetap buka. Biar orang lihat, jangan tutup-buka karena akan bunuh PD Pasar Djaya sendiri," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/4).
Dia juga menyalahkan pedagang yang tak konsisten jualan sehingga malah mematikan pasar blok G. Perihal sepinya pembeli, Joko bilang penyebabnya adalah kurangnya kreatifitas para pedagang. Dia menganggap idealnya pedagang harus ulet, inovatif dan kreatif.
Sementara mengenai upaya promosi dari pihak dinas, Joko mengklaim sudah berbuat banyak antara lain dengan menggelar acara kesenian.
"Sudah (ada acara kesenian). Tapi ujungnya gimana pedagang sendiri. Itu hanya sebagai trigger, (kalau terlalu sering) nanti orang ke sana malah nyari hiburan. Ya mereka yang harus kreatif, kalau enggak kita jadi suapin melulu," bebernya.
Joko berharap para pedagang kaki lima tak melulu merengek meminta perhatian pemprov. Dia beralasan ada ratusan ribu pedagang kaki lima yang masih perlu direlokasi. "Di Jakarta ada 300 ribu PKL, itu data 2005. Kalau sekarang kita sedang data, tapi itu terus bertambah. Jadi nanti kita kasih pasar, ya mereka buat dagangannya gimana supaya laku," jelas Joko.
Sementara itu siang tadi, fasilitas di Blok G terus ditambah. Siang tadi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyambangi pasar Blok G, Tanah Abang sekaligus meresmikan sebuah areal food court. Fasilitas senilai Rp 1,2 M ini dibuat bersih dan modern seperti di mall. "Fasilitas ini diharapkan menarik pengunjung berbelanja di Blok G," kata Direktur PD Pasar Jaya, Djangga Lubis.
(ros/rvk)











































