"Ya karena masyarakat dituntut lebih dari sekali datang. Pasti golput lebih meningkat. Pemilu ulang ini pengaruhin hasil suara kami skala kabupaten. Signifikan sekali pengaruhnya bagi kami," kata politikus yang akrab disapa Romi itu saat ditemui di Gedung KPU, Senin (14/4/2014).
Dia mengatakan salah satu daerah yang merugikan PPP karena adanya Pemilu ulang ini adalah Jawa Tengah. Menurut Romi, berdasarkan laporan yang diterimanya, karena Pemilu ulang ini membuat caleg dari sejumlah partai politik menengah berani melakukan money politics hingga Rp 1 juta untuk satu suara.
"Itu yang saya terima laporannya. Jadi, tidak maksimal karena pemilu ulang ini terkesan percuma," sebut pria yang pernah jadi Sekretaris Fraksi PPP itu.
Meski demikian, Romi tidak bisa berbuat apa-apa karena Pemilu ulang ini juga merupakan suatu hak masyarakat yang harus tersalurkan. Dia pun berharap agar persoalan kekurangan yang membuat Pemilu ulang ini menjadi evaluasi ke depan. "Mau bagaimana lagi, saya hanya berharap bisa menjadi evaluasi ke depan dari segala aspek," ujarnya.
(hat/brn)










































