Surya Paloh Bertemu SBY, Singgung Langkah di Munas Golkar
Selasa, 14 Des 2004 11:11 WIB
Jakarta - Pengusaha pers Surya Paloh bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta. Dalam pertemuan itu disinggung tentang langkah-langkah dalam Munas Partai Golkar pada 15-20 Desember lusa.Surya Paloh, yang akan menjadi bagian dari paket Wapres Jusuf Kalla yang akan maju sebagai Ketua umum Golkar, menghadap presiden sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (14/12/2004), dan keluar dari Kantor Kepresidenan sekitar satu jam kemudian.Ditanya tentang materi pertemuan, Paloh menjawab, "Ini konsultasi biasa. Rutin. Disinggung juga langkah-langkah dalam munas Golkar nanti." Tapi tidak dijelaskan lebih lanjut tentang langkah-langkah yang dimaksudnya.Sementara soal pencalonan Jusuf Kalla sebagai calon Ketua umum Golkar, menurut Paloh tidak disinggung secara khusus. "Tidak disinggung secara khusus," jawab bos Media Grup ini.Berikut petikan lengkap wawancara wartawan dengan Surya Paloh usai pertemuannya dengan Presiden SBY:Apa materi pertemuan dengan Presiden SBY?Ini konsultasi biasa. Rutin. Disinggung juga langkah-langkah dalam munas Golkar nanti.Termasuk soal pencalonan Jusuf Kalla?Tidak disinggung secara khusus.Apakah dibicarakan tentang masalah larangan rangkap jabatan?Pada dasarnya tadi tidak ada pembicaraan soal itu. Lagipula bukan kapasitas saya untuk menjawabnya. Tidak etis. Saya kan satu paket dengan Pak Kalla.Kesiapan Anda dalam Munas Golkar?Saya sih siap saja. Kami sudah bicarakan dengan beberapa kawan tentang paket saya dan Pak Kalla.Apakah Presiden SBY mendukung?Ini bukan soal dukung mendukung. Wajar saja sebagai teman.Bagaimana respon SBY? Apakah pemerintah mencari sosok Ketua umum Golkar yang nyaman untuk bekerja sama?Anggapan itu bisa saja terjadi. Siapa pun yang terpilih memimpin Partai Golkar kita harapkan dapat menjalin partnership yang setara dengan pemerintah tapi tetap kritis.Kalau Anda terpilih memang bisa seperti itu?Saya yakin bisa. Tapi siapa pun nanti yang terpilih harus bisa seperti itu.Apa ini bukan kembali ke pola Golkar era Soeharto?Tidak juga. Pemerintah kan perlu partisipasi masyarakat termasuk parpol untuk menjalankan kegiatan pemerintahan secara mantap. Saya pikir sewajarnya lah partai politik mengambil inisiatif memberikan dukungan kebijakan yang berpijak pada kepentingan publik.Apa komentar Anda tentang langkah-langkah Steering Commitee Golkar menyelamatkan pencalonan Akbar Tandjung?Asal tidak menyalahi AD/ART ya tidak masalah. Kalau ada yang melanggar tidak harus dipatuhi.Bagaimana dengan usulan agar DPD II mempunyai hak suara?Memang belum ada kesepakatan. Itu lah gunanya musyawarah untuk mengambil jalan tengah. Kalau tidak ketemu ya voting saja.
(gtp/)











































