AS & Uni Eropa Lakukan Kontak dengan Hamas

AS & Uni Eropa Lakukan Kontak dengan Hamas

- detikNews
Selasa, 14 Des 2004 11:05 WIB
Jakarta - Amerika Serikat dan Uni Eropa melakukan kontak dengan Hamas meskipun kelompok militan Palestina itu dinyatakan sebagai organisasi teroris. Demikian diungkapkan seorang pemimpin Hamas dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Barat.Khaled Meshaal mengatakan kepada BBC bahwa Hamas tidak punya rencana untuk menyetujui gencatan senjata, kecuali hal itu diputuskan lewat referendum atau negosiasi semua kekuatan Palestina.Bahkan dicetuskan tokoh Hamas itu, kelompoknya juga akan menolak seruan gencatan senjata meskipun itu berasal dari presiden baru Palestina, yang diharapkan akan terpilih pada Januari 2005 mendatang. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (14/12/2004).Menurut Meshaal, perlawanan dan negosiasi merupakan dua hal berbeda yang harus dilakukan bersama. "Negosiasi tanpa perlawanan akan menuju kekalahan namun negosiasi dengan perlawanan akan menuju perdamaian sejati," ujar Meshaal. Dituturkannya, pemerintah Washington telah melakukan kontak dengan Hamas baru-baru ini. Sementara Uni Eropa hingga saat ini masih mengadakan pertemuan-pertemuan dengan kelompok tersebut."Uni Eropa, yang memasukkan Hamas pada daftar organisasi teroris, masih melakukan komunikasi dan pertemuan-pertemuan," kata Meshaal. "Pemerintah Amerika, yang juga memasukkan kami pada daftar teror dan mengritik kami, telah menghubungi kami beberapa bulan lalu," imbuhnya.Seorang juru bicara komisi eksekutif Uni Eropa menyatakan bahwa dirinya tidak tahu soal kontak dengan Hamas tersebut. Sementara sejauh ini belum ada komentar dari Departemen Luar Negeri AS. Namun seorang pejabat Gedung Putih membantah AS telah melakukan kontak dengan Hamas.Uni Eropa mencantumkan Hamas dalam daftar organisasi teroris pada tahun lalu, setelah kelompok itu menolak seruan Uni Eropa untuk menghentikan pengeboman bunuh diri di Israel dan menyatakan gencatan senjata. Washington juga menyatakan Hamas sebagai gerakan teroris. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads