"Saya menyatakan sekali lagi kesiapan saya dan kesedian saya untuk menjadi cawapres dari parpol lain," kata Akbar di kediamannya, Jalan Purnawarman, Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (13/4/2104).
Bahkan jika didasarkan pada survei Freedom Foundation yang menempatkan dirinya pada unggulan teratas sebagai pasangan Jokowi dan Prabowo, maka Akbar menyatakan akan lebih proakaktif untuk melakukan komunikasi politik kepada kedua orang tersebut.
"Karena saya berpendapat cukup wajar saja menjadi cawapres dengan pengalaman saya selama ini," terangnya.
"Ada dua kandidat terbesar untuk Capres, yaitu ada nama Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Sedangkan untuk nama cawapres ada nama saya Akbar Tandjung, Mahfud MD dan Jusuf Kalla. Dari survei itu di luar dugaan, nama saya cawapres yang banyak dipilih," tambahnya.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di dunia politik, Akbar sesumbar dirinya adalah figur yang cukup representatif menjadi cawapres.
"Terjun di politik sudah dari tahun 1974 awal saya berkiprah di Ormas HMI. Kemudian saya langsung berkiprah masuk ke Golkar dan menjadi anggota DPR tahun 1977-1988 sekitar 10 tahun. Selain menjadi Menpora, Mensesneg, Ketua DPR. Jadi saya bukan orang baru lagi di dunia politik," kata Akbar promosi.
(fiq/mok)











































