"Saya ingin jadi guru," kata Lena lirih di rumahnya, Dusun Lamban, Desa Karang Klesem, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Minggu (13/4/2014).
Bisa sekolah, mungkin baru sebatas mimpi untuk saat ini. Jika kembali bersekolah, ia harus meninggalkan banyak pekerjaan rumah. Mulai dari memasak, memandikan adik, hingga menjaga rumah. Maklum, sejak ditinggal sang ibu lebih dari setahun lalu, pekerjaan rumah tangga terbengkalai. Lena yang akhirnya mengambil alih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Lena dan Dian, si sulung Kristanto (15) dan Damar Aristian (7) juga drop out. Sedangkan Daniel Romadon (5) belum sekolah.
Ayah Lena, Darsikin, mengakui keterbatasan ekonominya. Upahnya hanya bisa untuk biaya makan sehari-hari. Jika ditambah untuk biaya beli seragam dan peralatan sekolah, kemungkinan tidak cukup. "Per hari 35 ribu, pas banget untuk makan sehari-hari, belum belanja sayur sabun dan lain-lain," ungkapnya.
Tapi melihat semangat anak-anaknya yang masih ingin sekolah, Darsikin mengaku sanggup bekerja lebih giat. "Biar mereka lebih pintar dari saya," katanya.
(arb/try)











































