"Kita tadi terima empat truk sampah dari Taiwan dan keempatnya akan langsung kita operasikan," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (11/4).
Ahok menuturkan, sumbangan itu akan jadi aset pemerintah dan diberi plat merah. "Mereka sebenarnya mau bantu uang, tapi saya bilang jangan, nanti repot. Jadi uang hasil sumbangannya dijadikan barang saja," kata dia. "Mudah-mudahan langkah ini mendorong yang lain untuk ikut bantu," ujarnya lagi.
Sebelumnya, sumbangan truk ini diberikan langsung oleh Kepala Perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipe di Indonesia atau Taipe Economic and Trade Office (TETO) untuk Indonesia yakni Chang Liang Jen di kantor DInas Kebersihan, Jakarta Timur. Sumbangan itu dinilai sebagai wujud persahabatan dengan Pemprov DKI.
Dalam kesempatan itu, Ahok menuturkan bahwa kota DKI idealnya membutukan sekitar 700 truk sampah. Sementara truk milik pemprov saat ini kondisinya sudah jelek. Karenanya dia berharap perusahaan swasta lainnya akan terdorong memberikan bantuan serupa.
"Idealnya truk sampah di seluruh Jakarta 700-an unit. Tapi sekarang truk-truk sampah sudah pada jelek. Kita rencananya mau beli 300-400, ditambah yang dari sumbangan pihak swasta, mudah-mudahan nanti cukup lah," kata dia.
Selain dari TETO, Ahok bilang pihaknya juga akan segera menerima 53 unit truk sampah dari pengusaha Tionghoa Indonesia serta dua unit truk tronton dari Foton, perusahaan truk asal Tiongkk. "Sejauh ini, jumlah truk sumbangan dari pengusaha tionghoa indonesia ada 53, mungkin akhir bulan ini akan diserahkan. Jumlah itu sudah cukup lumayan, karena kita juga mau beli," ujarnya.
(ros/ndr)











































