"Bunga bangkai (Amorphpophallus) sendiri dapat dikonsumsi. Karena memiliki nilai kabohidrat tinggi," ujar Peneliti Botani Lipi, Muhamad Mansur di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Bogor, Jumat (11/4/2014).
Menurutnya peneliti Jepang sendiri telah lama memanfaatkan umbi dari bunga bangkai. Umbi yang kaya akan kabohidrat tersebut diolah makanan kaya akan serat.
"Di Jepang umbi Bunga Bangkai (Amorphpophallus) sendiri dimanfaatkan menjadi konnyaku, makanan yang kaya akan kabohidrat dan tinggi serat.
Berdasarkan literature dari Wikipedia umbi bunga bangkai mengandung banyak kabohidrat. Produk ini sangat disukai para vegetarian karena memiliki pengganti gelatin.
Konnyaku Jepang dibuat dengan mencampur konnyaku tepung dengan air dan air kapur. Hijiki sering ditambahkan sebagai karakteristik warna gelap dan rasa. Tanpa aditif untuk warna, konnyaku akan berwarna putih pucat.
Mansur mengatakan untuk menjadi konyakku. Umbi bunga bangkai tersebut dikeringkan, lalu di tumbuk menjadi tepung.
"Dari tepung yang kayak akan kabohidrat ini, dibuat menjadi bermacam kue, kalau di Jepang dikenal dengan konnyaku," ungkapnya.
(edo/ndr)











































