"ARB dan Bu Megawati sudah membuka pembicaraan," ujar sumber detikcom di internal Golkar, Jumat (11/4/2014).
Kabar pertemuan kedua petinggi partai itu memang berhembus sejak beberapa hari terakhir. Lokasi pertemuan keduanya pun dirahasiakan, yang jelas pertemuan itu diawali dengan santap bersama.
"Besok pada mau makan di pulau sama ARB," ucap sang sumber.
Bahkan komunikasi ARB pun meluas. Salah satunya ke mantan wapres dan eks ketum Golkar Jusuf Kalla via telepon pada Kamis (10/4) malam.
Belum diketahui apakah pembicaraan tersebut terkait dengan pertemuan yang dilakukan oleh Ketum NasDem Surya Paloh dan JK di kantor DPP NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat. ARB sendiri sempat membantah adanya pertemuan dirinya dan Megawati pada hari ini. "Tidak ada tuh," jawab pria yang juga akrab disapa Ical itu secara singkat.
Perlu diketahui, Ical seringkali mengatakan koalisi yang efektif adalah koalisi di parlemen untuk menjamin berjalannya pemerintahan yang efektif. Menurutnya, koalisi tak harus dibentuk sebelum pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun juga bisa dibentuk setelah presiden dan wakil presiden terpilih.
Suami dari Taty Bakrie itu mengatakan bisa saja dua partai bersaing dalam pemilihan presiden tapi kemudian membangun koalisi setelah pilpres selesai. Koalisi itu bisa dibangun di parlemen. Pasalnya menurut dia, koalisi yang sehat harus bisa menguatkan legitimasi presiden dan wakil presiden nanti di Dewan Perwakilan Rakyat.
"Koalisi kita perlu di dalam pertandingan pilpres orang boleh bersaing, namun presiden yang dipilih harus legitimate karena siapapun yang kalah harus mendukung kepemimpinan presiden. Mendukungnya boleh dengan kritik atau dengan saran," kata Ical.
(fiq/vid)











































