"Saya pikir Jokowi memerlukan seorang yang menguasai masalah kenegaraan kita. Pengalaman Mahfud MD cukup banyak, termasuk sebagai Ketua MK," kata Sabam saat dihubungi, Jumat (11/4/2014).
Sabam menuturkan, syarat cawapres untuk Jokowi yang dia usulkan kepada Megawati adalah sosok dari luar Jawa. Selain itu, umurnya lebih muda dari Jokowi.
"Pulau Madura kan termasuk luar Jawa juga. Tapi saya tidak tahu apakah Mahfud MD lebih tua atau lebih muda dari Jokowi," kata Sabam.
Mahfud yang juga Mantan Menteri Hukum dan HAM itu lahir di Sampang Madura, 13 Mei 1957. Sementara Jokowi, bernama lahir Joko Widodo lahir di Surakarta Jawa Tengah pada 21 Juni 1961.
"Kalau nasionalis dan agama kan kena juga itu (Jokowi-Mahfud MD). Walaupun saya tidak memasukkan kategori nasionalis dan agama dalam kriteria yang saya pikirkan," kata Sabam.
Terlepas dari semua itu, Mahfud mempunyai latar belakang yang potensial untuk meraup dukungan pencapresan. Mahfud, dilihat dari kacamata Sabam, bukan hanya berlatar belakang spesifik PKB, namun juga mempunyai latar belakang Nahdlatul Ulama (NU) secara luas.
"Saya lihat Mahfud ini bukan hanya PKB, dia itu NU. Memang NU dulu berpusat di Jawa Timur, tapi sekarang NU sudah ada di seluruh Indonesia," tutur Sabam.
Jokowi sendiri sudah menyatakan kriteria cawapresnya bakal diumumkan pekan depan. Bocorannya, yang keluar dari mulut Jokowi, cawapres itu punya latar belakang yang berbeda dengan dirinya.
Sabam terdengar yakin usulannya bakal dipertimbangkan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Saya sebatas berpendapat saja. Keputusan ada di tangan Bu Mega dan Pak Jokowi sendiri. Tapi saya kira Bu Mega tidak akan terlalu jauh dari pendapat saya. Yang mendorong Bu Mega agar Jokowi cepat dicapreskan itu kan saya juga salah satunya," tutur Sabam.
(dnu/trq)











































