Soal Pemilu Satu Capres, Haji Lulung: Enggak Boleh

Soal Pemilu Satu Capres, Haji Lulung: Enggak Boleh

- detikNews
Jumat, 11 Apr 2014 17:40 WIB
Soal Pemilu Satu Capres, Haji Lulung: Enggak Boleh
Jakarta - Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam Pemilu Presiden 2014. Salah satunya pemilihan presiden hanya diikuti satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Hal ini bisa terjadi jika koalisi yang tercipta antara beberapa partai yang dipimpin oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Haji Lulung menolak kemungkinan tersebut. β€œ(Kalau hanya satu) ya enggak jadi (pemilihan umum). Menurut Undang-undangnya enggak boleh, mesti ada calon lain dong,” kata Haji Lulung ketika ditemui di ruang pimpinan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebun Sirin, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2014).

Spekulasi mengenai kemungkinan Pilpres 2014 hanya diikuti satu pasangan capres cawapres mulai muncul pasca Pileg yang dipimpin oleh PDIP. Hal ini karena melihat elektabilitas Jokowi sebagai capres yang masih sangat kuat dan jauh melampaui kandidat lainnya.

Sebagaimana diketahui, pasangan capres hanya bisa diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol yang memperoleh kursi paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPR atau 25% dari suara sah nasional dalam pileg.

Tapi sekalipun perolehan suara PDIP versi quick count 18,9%, tidak menembus ambang batas pencapresan, tetapi jika partai berlambang moncong putih mendapat dukungan dari partai poros tengah, maka langkah mencapreskan Jokowi akan semakin mulus.

Namun menurut pria bernama lengkap Abraham Lunggana ini walaupun saat ini PDIP keluar sebagai pemenang pertama dalam Pileg 2014, tak berarti pemilu bisa dilakukan dengan hanya satu pasangan calon.

Dia mendasarkan pendapatnya pada UU 42 tahun 2008 tentang Pilpres yang mensyaratkan kompetisi pemilu sekurang-kurangnya diikuti dua pasangan calon. β€œEnggak boleh cuman satu (calon) mesti ada calon lain walaupun itu belum tentu menang,” kata ketua DPW PPP DKI Jakarta itu.


(ros/erd)


Berita Terkait