"Kita tidak mendengar ada isu itu (sabotase)," kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo kepada detikcom, Jumat (11/4/2014).
Suwoyo menjelaskan saat ini pihaknya memeriksa sejumlah saksi. Polisi belum bisa menyimpulkan apapun. Tim identifikasi juga masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
"Percayakan dulu pada tim kita yang lagi bekerja. Saya sampai sekarang belum dengar soal isu sengaja dibakar segala," kata Suwoyo.
Dugaan sabotase itu muncul mengingat kantor Bupati Inhil yang terbakar hanya berjarak puluhan meter dari kantor Dinas Kebakaran Kab Inhil. Mobil Damkar disebut-sebut baru datang satu jam setelah api muncul.
Dugaan sabotase semakin kuat setelah berkembang informasi Badan Pemeriksan Keuangan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau akan melakukan audit terkait aset daerah yang tidak jelas pasca habisnya masa jabatan Bupati Inhil Indra Muchlis Adnan Oktober 2013 lalu. Bupati saat ini adalah mantan Kadis Pendidikan Riau, HM Warda.
HM Warda tidak berhasil dikonfirmasi detikcom. Saat ditelepon terdengar suara wanita. "Mohon maaf, bapak lagi terima tamu. Nanti saja telepon kembali," katanya.
Kantor bupati Inhil terbakar Jumat dini hari. Yang terbakar adalah gedung lama, tempat bupati dan jajarannya beraktivitas. Sedangkan gedung baru belum ditempati karena liftnya belum berfungsi.
(cha/try)











































