"Rapat yang akan kita gelar nanti agar beliau (Surya) bisa klarifikasi mengapa beliau datang ke Gerindra," kata Waketum PPP Emron Pangkapi di DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Emron mengatakan tindakan Suryadharma sebagi Ketum PPP tidak tepat. Sebab momen yang dihadiri adalah kampanye. Menurutnya kampanye di masa pemilu merupakan ajang bagi setiap partai menunjukan program unggulan mereka.
Menurut Emron kehadiran Suryadharma yang tidak diketahui pengurus partai lainnya malah menciptakan konflik internal. Saat pengurus berjuang memenangkan PPP, sang ketum malah mendukung partai lain.
"Kehadiran Suryadharma Ali di partai lain bisa diartikan menggembosi PPP," ujar Emron.
Saat menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Minggu (23/3) Suryadharma sempat berorasi. Suryadharma menyatakan dirinya 'jatuh cinta' pada sosok Prabowo.
"Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," kata Suryadharma yang diberi waktu pidato singkat di hadapan Prabowo dan ribuan simpatisan Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3) lalu.
(slm/van)











































