Kantong Semar di Indonesia Terancam Punah Akibat Perdagangan Liar

- detikNews
Jumat, 11 Apr 2014 14:57 WIB
Bogor - Keanekaragaman Hayati Kantong Semar (Nephenthes) di Indonesia mulai terancam punah. Salag satu faktor terbesar adalah dengan perdagangan liar ke luar Negeri.

"Kantong semar memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi sebab 37% tanaman yang ada di dunia merupakan jenis yang terancam punah dengan sebaran yang terbatas," ujar Kepala UPT BKT di Kebun Raya Cibodas LIPI, Agus Suhatman dalam peresmian Rumah Konservasi Nepenthes di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (11/4/2014).

Ia mengatakan terancamnya keberadaan Nepenthes di Indonesia disebabkan banyak faktor. Salah satunya alih fungsi hutan dan perdagangan liar.

"Alih fungsi hutan yang tinggi, seperti hutan sekunder, hutan rawa, dan hutan kerangas sehingga keberadaan kantung semar harus dilestarikan melalui konservasi," tuturnya.

Secara terpisah ketua umum Komunitas Tanaman Kanivora, Jhon Muhammad Rasuly Suaidy mengatakan isu perdagangan liar mulai marak di kalangn kolektor tanaman. Menurutnya dibanding pengalih fungsi lahan, perdagangan liar juga faktor terbesar.

"Perdagang liar memiliki andil terbesar dalam kepunahan Nephentes, kita melihat itu melalui marak jual beli melalui dunia maya," tuturnya.

Ia mengatakan terkuaknya jual-beli ilegal Nephentes sendiri berhasil digagalkan oleh Bea Cukai di bandara. Namun ketika terjaring tanaman tersebut justru dibuang sia-sia.

"Nephentes yang tertangkap di bandara oleh petugas dibawa ke ragunan, setelah itu dibakar. Karena mereka mengganggap tanaman itu sebagai hama," tuturnya.

Dalam sebulan diketahui terdapat puluhan tanaman kanivora yang diselundupkan ke luar negeri. Sehingga tidak menutup kemungkinan bisa ratusan tanaman asli indonesia terancam punah.

"Biasa diselundupkan dalam makanan, majalah, atau jamu. Nepenthes sendiri dapat bertahan seminggu setelah dicabut," tuturnya.



(edo/ndr)