Bagi yang suaranya lumayan, tentu tidak masalah. Tapi yang suaranya jauh dari perkiraan, hari-hari setelah pileg ibarat mimpi buruk. Apalagi jika mereka sudah mati-matian berjuang 'merayu' pemilih dan mengeluarkan dana ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah.
Berdasarkan evaluasi kepolisian dan instansi terkait, pileg relatif aman. Namun di beberapa tempat terjadi 'insiden' terkait caleg gagal. Berikut ini beberapa di antaranya:
|
Ilustrasi/ Dok Detikcom
|
1. Pendukung Mengamuk
|
Ilustrasi/ Dok Detikcom
|
Puluhan orang memalang satu-satunya jalan raya di kawasan tersebut setelah caleg yang didukungnya kalah suara. Tak sekadar merusak fasilitas umum, massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya mendapatkan suara lebih banyak.
"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.
1. Pendukung Mengamuk
|
Ilustrasi/ Dok Detikcom
|
Puluhan orang memalang satu-satunya jalan raya di kawasan tersebut setelah caleg yang didukungnya kalah suara. Tak sekadar merusak fasilitas umum, massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya mendapatkan suara lebih banyak.
"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.
2. Nyaris Duel
|
Ilustrasi/ Dok Detikcom
|
Terjadi perselisihan di antara kedua caleg tersebut. Halim mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menantang duel Abdul Azis. "Namun dapat dipisahkan oleh Kapolsek, Kasat Narkoba, sehingga mereka bisa menahan diri dan didamaikan," kata Kadiv Humas Ronny F Sompie, Kamis (10/4/2014).
2. Nyaris Duel
|
Ilustrasi/ Dok Detikcom
|
Terjadi perselisihan di antara kedua caleg tersebut. Halim mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menantang duel Abdul Azis. "Namun dapat dipisahkan oleh Kapolsek, Kasat Narkoba, sehingga mereka bisa menahan diri dan didamaikan," kata Kadiv Humas Ronny F Sompie, Kamis (10/4/2014).
3. Datangi Padepokan
|
Foto: detikTV-Trans 7
|
3. Datangi Padepokan
|
Foto: detikTV-Trans 7
|
4. Tak Pulang ke Rumah
|
Foto: detikTV-TransTV
|
Seorang caleg, Junaidi, mengaku mengaku kerap mendapat telepon dan menerima pesan singkat dari para saksi. Ia sebenarnya ingin melunasi honor saksi. Hanya saja, ia tidak punya uang. Apalagi, berdasarkan penghitungan internal, ia kalah.
"Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai," jelasnya.
Ketua DPD Partai Hanura Banda Aceh, Abdul Jabar, menjelaskan pihaknya belum mampu membayar honor saksi karena dana dari DPP Hanura belum dikirim. Hingga saat ini, dia berusaha mencari solusi atas kejadian ini dan berharap ada kucuran dana.
4. Tak Pulang ke Rumah
|
Foto: detikTV-TransTV
|
Seorang caleg, Junaidi, mengaku mengaku kerap mendapat telepon dan menerima pesan singkat dari para saksi. Ia sebenarnya ingin melunasi honor saksi. Hanya saja, ia tidak punya uang. Apalagi, berdasarkan penghitungan internal, ia kalah.
"Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai," jelasnya.
Ketua DPD Partai Hanura Banda Aceh, Abdul Jabar, menjelaskan pihaknya belum mampu membayar honor saksi karena dana dari DPP Hanura belum dikirim. Hingga saat ini, dia berusaha mencari solusi atas kejadian ini dan berharap ada kucuran dana.
Halaman 2 dari 10











































