Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan paket tersebut berisi paku dan kembang api.
"Pukul 23.00 WIB Tim Gegana memeriksa barang dimaksud dan dapat memastikan isi paket tersebut adalah 5 kembang api, 20 paku, dan bukan bahan peledak," kata Rikwanto dalam keterangannya, Jumat (11/4/2014).
Paket mencurigakan itu diterima oleh petugas jaga kantor bernama Muhaimin di kantor DPP PKB Jl. Kalibata Timur I no 12, Jaksel pada Senin (7/4) pukul 13.00 WIB lewat jasa pengiriman TIKI. Paket tersebut ditujukan kepada Tarso namun saat itu ia tidak ada di tempat sehingga paket disimpan di meja lobby kantor.
Pada Kamis (10/4), paket itu diserahkan kepada Tarso dan setelah dibuka terdapat alamat pengirim yaitu Sahabat PKB Jl. Kramat Raya no 164 Jakpus. Alamat tersebut merupakan kantor NU.
"Saat itu juga paket dibuka dengan alat pisau dapur. Paket dibungkus kardus warna cokelat dibalut lakban warna coklat. Setelah dibuka, berisi sebuah beberapa petasan 25 biji dengan diikat tali dan ada tulisan di kertas 'Jangan kau rusak PKB hanya karena kalian tidak dapat posisi'," jelas Rikwanto. Kemudian, tim Gegana memastikan bahwa paket itu bukan bom.
Sebelumnya, Kapolsek Pancoran Kompol I Nengah Adi Putra mengatakan bahwa paket bukan berisi paku. "Tidak ada paku, kabel, dan bahan berbahaya. Di dalamnya hanya kain-kain dan bukan bahan peledak," ujar Nengah di lokasi, Kamis (10/4) malam.
(fdn/fdn)











































